Home » Dituding Proyek Siluman, Warga Pulau Kasu Sebut Jalan Lingkar Pantai Jadi Harapan Lama Masyarakat

Dituding Proyek Siluman, Warga Pulau Kasu Sebut Jalan Lingkar Pantai Jadi Harapan Lama Masyarakat

by Redaksi
Pulau Kasu

Batamline.com, Batam – Masyarakat Pulau Kasu angkat bicara terkait polemik pembangunan batu miring yang menjadi bagian dari proyek jalan lingkar pantai di wilayah mereka. Warga khawatir tudingan proyek siluman yang mencuat belakangan justru menghambat pembangunan yang telah lama mereka perjuangkan.

Ketua Forum RT/RW Kelurahan Kasu, Dani mengatakan, pembangunan batu miring tersebut merupakan bagian penting dari proyek jalan lingkar pantai yang selama ini sangat dibutuhkan masyarakat. Menurutnya, keberadaan jalan pesisir akan memudahkan mobilitas warga yang selama ini harus melalui jalur berbukit.

“Batu miring itu untuk jalan lingkar pantai. Selama ini kami naik bukit turun bukit. Dengan adanya jalan pesisir ini mobilitas barang dan jasa menjadi lebih mudah. Batu miring juga penting supaya jalan tidak terkikis abrasi,” kata Dani, Kamis (18/6/2026).

Baca: Warga Pulau Kasu Ajukan Lima Tuntutan terhadap Yusril Koto, Minta Maaf hingga Dicopot dari Ketua LIRA Kepri

Baca: Didemo Warga, Yusril Koto Duga Ada Pihak yang Menunggangi Aksi Massa di Kantor LIRA Kepri

Ia menjelaskan, konstruksi batu miring tidak hanya berfungsi menopang badan jalan, tetapi juga melindungi garis pantai dari ancaman abrasi yang selama ini kerap terjadi.

Senada dengan itu, tokoh pemuda Pulau Kasu, M. Syahrir, menyebut pembangunan jalan lingkar pantai merupakan aspirasi masyarakat yang telah diperjuangkan selama bertahun-tahun. Bahkan, sebelum mendapat dukungan pemerintah, warga sempat berupaya membangun secara swadaya.

Syahrir mengaku masyarakat khawatir polemik yang berkembang tanpa kejelasan dapat berdampak terhadap kelanjutan proyek yang kini hampir rampung.

“Kalau memang ada masalah, kami minta tunjukkan di mana letak masalahnya. Jangan main tuduh saja. Kami tidak tahu soal anggaran, tapi yang kami tahu proyek ini sangat berguna bagi masyarakat dan jangan sampai gagal karena pernyataan yang tidak jelas,” ujarnya.

Di sisi lain, warga juga membantah adanya isu terkait tunggakan pembayaran material proyek. Pemilik toko material PT Logam Jaya Sejahtera, Rika, menegaskan seluruh pembayaran material telah diselesaikan pada Mei 2026.

“Saya sendiri tidak pernah cerita soal itu ke siapa pun selain ke suami saya. Memang ada tagihan, tapi sudah selesai semuanya pada 21 Mei kemarin,” katanya.

Rika mengatakan perusahaan miliknya memasok material proyek dengan nilai sekitar Rp300 juta dan seluruh kewajiban pembayaran telah dilunasi oleh pihak pemesan.

Sebelumnya, Gubernur LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kepulauan Riau, Yusril Koto, mempertanyakan pembangunan batu miring di Pulau Kasu yang nilainya disebut mencapai sekitar Rp4,2 miliar.

Namun bagi masyarakat setempat, proyek tersebut merupakan pembangunan yang telah lama dinantikan karena diyakini dapat memperlancar akses transportasi sekaligus melindungi kawasan pesisir dari ancaman abrasi.

You may also like