Home » Peringati HUT IJTI Ke 28, Dewan Pers: Tugas Jurnalis Jernihkan Informasi di Tengah Konten Sensasional

Peringati HUT IJTI Ke 28, Dewan Pers: Tugas Jurnalis Jernihkan Informasi di Tengah Konten Sensasional

by Gara

BATAMLINE.COM, Batam — Pesatnya laju media sosial yang mengejar sensasi dan popularitas dinilai menggerus kualitas ruang publik di Indonesia. Kondisi itu membuat tanggung jawab insan pers semakin besar untuk meluruskan arus informasi.

Hal itu mengemuka dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-28 Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) yang digelar di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Kamis (20/8/2026). Acara bertema “Membaca Arah Jurnalisme TV di Tengah Ketidakpastian” ini dihadiri sekitar 200 peserta dari pengurus pusat hingga korwil daerah.

Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, menegaskan media massa memikul tugas berat menjernihkan informasi yang masif namun minim nilai edukasi.

Ia menyoroti pergeseran orientasi dalam produksi konten digital. Saat ini, raihan jumlah pengikut dan popularitas instan kerap mengalahkan kedalaman substansi. Akibatnya, informasi edukatif terdesak oleh narasi sensasional yang hanya mengejar kegaduhan.

“Jika media sosial berkualitas, tentu sangat membantu mengurangi beban pers. Namun, ketika penyebarannya luar biasa tetapi tidak berkualitas, di sinilah tugas pers untuk meluruskan dan menjernihkan suasana ruang publik,” tegas Komaruddin.

Menurutnya, persoalan mendasar saat ini bukan lagi soal kecepatan distribusi data, melainkan kemerosotan mutu percakapan masyarakat.

Menjawab tantangan itu, Ketua Umum IJTI Pusat Herik Kurniawan menyerukan perlunya “reboot” terhadap metode kerja jurnalistik. Ia menilai jurnalisme modern tidak boleh berhenti pada teknis menyampaikan data secara cepat.

“Karya jurnalistik tidak semestinya berhenti pada aktivitas menyampaikan informasi. Jurnalisme juga harus mampu memberikan makna, menghadirkan perspektif, serta membawa dampak positif bagi masyarakat,” ujar Herik.

Herik menilai transformasi bangsa memerlukan kontribusi nyata dari media massa. Dengan perbaikan metode berkelanjutan dan penguatan optimisme, insan pers diharapkan tetap menjaga cita-cita bangsa dan menjadi pembeda di tengah riuhnya arus informasi mentah.

Di sisi lain, Ketua Korwil IJTI Sumatra, Gusti Yennosa yang akrab disapa Oca, menyampaikan optimismenya terhadap dunia jurnalisme televisi.

“Saya tidak berani mengatakan dunia jurnalisme tidak baik-baik saja. Karena menurut saya masih baik-baik saja. Saya berharap IJTI tetap menjadi tempat bernaung para jurnalis TV ke depannya,” ujar Oca.(*)

You may also like