Home » Bentrok Berdarah Berujung Maut di Barelang Batam, 2 Orang Tewas 6 Ditangkap Polisi

Bentrok Berdarah Berujung Maut di Barelang Batam, 2 Orang Tewas 6 Ditangkap Polisi

by Gara

Batamline.com, Batam – Dua orang menjadi korban dalam bentrokan berdarah di Jl Trans Barelang, Kota Batam, Provinsi Kepri. Selain dua orang tewas ini, diketahui sejumlah korban juga mengalami luka-luka dan harus dirawat di Rumah Sakit.

Polresta Barelang menegaskan penanganan bentrokan antarkelompok terkait sengketa lahan di kawasan Setokok, Kota Batam, Kepulauan Riau. Polisi menepis rumor penggunaan senjata api (senpi) dan membantah penetapan status Siaga 1 di Kota Batam pasca-insiden yang menewaskan dua orang tersebut.

​Kapolresta Barelang Kombes Anggoro Wicaksono meluruskan kabar yang beredar di masyarakat mengenai penyebab kematian korban. Ia memastikan tembakan berasal dari senjata angin, bukan senpi.

​”Dugaan awal ada penggunaan senjata angin. Kami tegaskan, bukan senjata api, melainkan senjata angin. Terduga pelaku yang menggunakan senjata tersebut sudah kami amankan. Diduga hal itu yang menyebabkan adanya korban meninggal dunia, namun proses visum dan autopsi masih berjalan,” kata Anggoro di Batam, Senin (14/9/2026).

​Anggoro juga menepis kabar hoaks terkait situasi keamanan di Kota Batam yang disebut-sebut masuk status darurat atau Siaga 1 usai bentrokan.

​”Kami pastikan peristiwa ini murni konflik lahan, tidak ada kaitannya dengan isu SARA. Kami juga tegaskan bahwa Kota Batam tidak ditetapkan status Siaga Satu. Situasi saat ini sudah kondusif,” tegasnya.

​Peristiwa berdarah ini bermula dari sengketa kepemilikan lahan yang sudah berlangsung cukup lama. Salah satu kelompok memegang Penetapan Lokasi (PL) resmi dari BP Batam, sementara kelompok lain turut mengklaim area tersebut hingga akhirnya terjadi aksi penyerangan spontan.

​Insiden itu mengakibatkan dua orang meninggal dunia serta enam orang lainnya dari kedua belah pihak mengalami luka-luka. Untuk meredam situasi, personel gabungan dari Polresta Barelang, Polda Kepri, Kodim, dan Batalyon diterjunkan langsung ke lokasi kejadian.

​Hingga saat ini, polisi telah mengamankan enam orang terduga pelaku untuk diproses hukum lebih lanjut.

​”Total kurang lebih ada enam orang yang sudah kami amankan, termasuk terduga pelaku utama. Ini masih terus kami kembangkan. Atas arahan Bapak Kapolda, kami akan melakukan penegakan hukum secara tegas dan objektif terhadap seluruh pihak yang terlibat,” ujar Anggoro.

Polisi mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu liar atau informasi simpang siur yang beredar di media sosial. Patroli ketat di wilayah Setokok dan sekitarnya terus ditingkatkan guna menjamin keamanan warga. (Bob)

You may also like