Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (5/11/2026) pukul 08.35 WIB di sekitar perairan Pulau Nikoi, Desa Teluk Bakau, Kabupaten Bintan.
Setelah ditemukan, jenazah Dinar dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Kawal untuk penanganan lebih lanjut.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Tanjungpinang, Fazzli, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Ia juga mengapresiasi seluruh unsur SAR gabungan yang terlibat dalam operasi pencarian selama tujuh hari.
“Penemuan di hari ketujuh ini adalah hasil kerja keras dan sinergitas dari seluruh unsur SAR Gabungan, baik dari unsur TNI-Polri, instansi maritim, maupun masyarakat nelayan yang tak kenal lelah melakukan penyisiran,” ujar Fazzli.
Sebelumnya, Dinar dilaporkan hilang setelah melompat ke laut ketika KM Kawal Jaya 9 mengalami tubrukan di perairan utara Bintan pada Jumat (30/10/2026) dini hari.
Saat kejadian, kapal tersebut mengangkut 14 orang. Sebanyak 13 ABK lainnya berhasil diselamatkan dan dievakuasi ke Pelabuhan Kawal pada hari yang sama.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian dan pertolongan kecelakaan KM Kawal Jaya 9 dinyatakan selesai.
“Sesuai dengan hasil debriefing, Operasi SAR kecelakaan KM Kawal Jaya 9 dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup. Seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing dengan ucapan terima kasih,” kata Fazzli.
Operasi SAR tersebut melibatkan Kantor SAR Tanjungpinang, USS Tanjung Uban, PLP Tanjung Uban, Lanal Bintan, Polair Bintan, Pos AL Berakit, VTS Batam, serta masyarakat nelayan setempat. (Rdp)