Home » Ruko Bekas Minimarket Jadi Kantor Sindikat Judi Online di Batam, Sering Didatangi Mobil Mewah

Ruko Bekas Minimarket Jadi Kantor Sindikat Judi Online di Batam, Sering Didatangi Mobil Mewah

by Gara

​Batamline, Batam – Garis polisi berwarna kuning kini melintang di depan pintu Ruko Taman Niaga Mas, Blok M No. 8-10. Bangunan yang tampak mati dan tak berpenghuni ternyata sebagai markas perjudian daring (online) internasional yang baru dibongkar oleh Polda Kepri pada Selasa (12/5/2026).

​Penelusuran di lokasi terlihat ruko tersebut berada diantara pertokoan, tertutup dengan garis polisi dan kamera CCTV disalah satu sudut.

Berdasarkan keterangan warga sekitar, tiga ruko tersebut dulunya minimarket. Namun, sempat menjalani proses renovasi.

​”Ruko itu dulu minimarket, setelah tutup ada renovasi. Tukangnya sering makan di sini, tapi kami tidak tahu ruko itu mau dijadikan apa. Di dalamnya mereka buat sekat-sekat,” ujar pemilik warung tersebut kepada awak media.

​Setelah renovasi selesai, tidak ada tanda-tanda mencolok dari luar. Tidak ada papan nama usaha, dan pintu ruko nyaris selalu tertutup rapat, memberikan kesan bahwa bangunan tersebut adalah ruko kosong yang tidak laku disewakan.

Meski terlihat mati, seorang warga lain mengaku pernah melihat adanya aktivitas janggal pada waktu-waktu tertentu. Beberapa kali terlihat mobil-mobil mewah berhenti tepat di depan ruko untuk menjemput atau menurunkan orang.

​“Beberapa kali mobil mewah berhenti dan menjemput orang dari dalam ruko. Tapi kami tidak tahu siapa mereka, karena aktivitasnya sangat cepat dan tertutup,” ungkap warga yang enggan disebutkan namanya tersebut.

​Kehadiran mobil mewah ini kontras dengan kondisi ruko yang tampak terbengkalai, memperkuat dugaan adanya operasional eksklusif berbiaya tinggi yang dijalankan oleh 24 Warga Negara Asing (WNA) yang kini telah diamankan petugas.

Kini, ruko tersebut menjadi saksi bisu bagaimana puluhan ribu kartu lotre bergambar naga dan perangkat IT canggih dioperasikan tanpa terendus lingkungan sekitar.

​Pengungkapan ini menyisakan pertanyaan besar di tengah masyarakat: Bagaimana puluhan WNA dengan identitas yang kini masih didalami pihak Imigrasi bisa masuk dan menjalankan bisnis ilegal dalam skala besar di tengah pemukiman tanpa memicu kecurigaan aparat di tingkat bawah?

​Masyarakat kini mendesak pengawasan lebih ketat terhadap sindikat kriminal internasional yang memanfaatkan “kesenyapan” birokrasi dan lingkungan di Kota Batam.(Bob)

You may also like