Batamline.com, Batam – Seorang pelajar kelas IX SMP Negeri 63 Batam berinisial NF ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus parit saat hujan deras di Gang Mandiri, Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, Rabu (1/7/2026). Korban ditemukan sekitar lima jam setelah dilaporkan hanyut.
Kanit Polsek Nongsa, Rayhan Aditya Ramadhan, mengatakan peristiwa bermula sekitar pukul 12.00 WIB ketika korban bermain hujan bersama empat orang temannya di sekitar lokasi kejadian.
Menurut Rayhan, saat bermain korban sempat memasukkan kakinya ke dalam parit. Namun, diduga akibat arus yang deras dan kondisi licin, korban kehilangan keseimbangan hingga terpeleset dan jatuh ke aliran air.
“Peristiwa berawal sekitar pukul 12.00 WIB, korban bermain hujan bersama empat orang temannya. Korban sempat memasukkan kakinya ke dalam parit di sekitar lokasi. Sayangnya, korban terpeleset,” ujar Rayhan saat dikonfirmasi, Rabu (1/7/2026).
Salah seorang teman korban sempat berusaha menarik tangan korban untuk menyelamatkannya. Namun derasnya arus akibat hujan membuat pegangan mereka terlepas sehingga korban hanyut terbawa aliran air.
“Teman korban sempat berupaya menolong. Namun kuatnya arus parit akibat hujan deras membuat korban tidak tertolong sehingga hanyut,” kata Rayhan.
Usai kehilangan jejak korban, teman-temannya meminta bantuan warga sekitar. Laporan kemudian diteruskan kepada Polsek Nongsa yang segera mendatangi lokasi untuk melakukan penelusuran awal.
Karena kondisi medan yang sulit dan debit air yang tinggi, Polsek Nongsa berkoordinasi dengan tim gabungan yang terdiri dari Satpolair Polda Kepri, Basarnas, serta Tim Samapta Polresta Barelang untuk melakukan pencarian.
“Karena kondisi medan dan derasnya arus, kami berkoordinasi dengan Tim Satpolair Polda Kepri, Basarnas, serta Tim Samapta Polresta Barelang guna mempercepat proses pencarian,” tuturnya.
Setelah dilakukan penyisiran selama beberapa jam, korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 17.40 WIB di parit belakang Kompleks Ruko Kaliban Trade Center, Kelurahan Kabil. Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Jenazah kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Sekitar pukul 17.40 WIB korban berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di parit bagian belakang Kompleks Ruko Kaliban Trade Center. Selanjutnya jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Rayhan.
Polisi mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat hujan deras, mengingat saluran drainase dan parit dapat berubah menjadi sangat berbahaya akibat derasnya arus air. (Bob)