Bola, Batamline.com – Cristiano Ronaldo dikabarkan menolak tawaran Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) untuk menggelar pertandingan perpisahan setelah memutuskan pensiun dari tim nasional. Penyerang Al Nassr itu disebut tidak bersedia kembali mengenakan seragam Selecao das Quinas untuk satu pertandingan terakhir.
Ronaldo mengumumkan pengunduran dirinya dari Timnas Portugal melalui unggahan di media sosial pada Kamis (5/11/2026). Keputusan tersebut sekaligus mengakhiri perjalanan internasionalnya selama 23 tahun bersama Portugal.
Namun, rencana federasi untuk memberikan penghormatan melalui laga khusus tampaknya tidak berjalan mulus.
Media Portugal, Observador, melaporkan Ronaldo tidak berminat menjalani pertandingan perpisahan. Penolakan tersebut disebut berkaitan dengan hubungannya yang memburuk dengan pelatih Portugal, Jorge Jesus.
Ronaldo dikabarkan tidak ingin kembali berkomunikasi ataupun bertemu dengan pelatih tersebut.
Padahal, FPF telah berupaya membuka jalan rekonsiliasi. Presiden federasi, Pedro Proença, bahkan dikabarkan menginisiasi komunikasi melalui sambungan telepon antara Ronaldo dan Jorge Jesus.
Upaya tersebut tidak terlaksana di tengah ketegangan hubungan kedua pihak.
Perselisihan Ronaldo dan Jesus bermula pada jeda internasional September 2026. Saat itu, Ronaldo meninggalkan pemusatan latihan Portugal setelah tidak mendapatkan kesempatan bermain dalam pertandingan melawan Norwegia di ajang UEFA Nations League.
Keputusan meninggalkan kamp lebih awal berujung sanksi dari FPF. Ronaldo dilaporkan mendapat larangan tampil selama satu bulan serta denda.
Situasi tersebut membuat rencana pertandingan penghormatan bagi mantan kapten Portugal itu semakin sulit diwujudkan. Meski demikian, FPF tetap berkeinginan memberikan penghormatan atas kontribusi Ronaldo selama membela tim nasional.
Sikap Ronaldo berbeda dengan Lionel Messi ketika mengakhiri kiprahnya bersama Argentina. Messi sebelumnya bersedia mengikuti pertandingan khusus sebagai bentuk perpisahan dengan pendukung tim nasionalnya.
Pertandingan penghormatan tersebut menjadi kesempatan bagi puluhan ribu suporter Argentina untuk memberikan apresiasi atas perjalanan panjang La Pulga bersama Albiceleste.
Meski memilih cara perpisahan berbeda, Ronaldo dan Messi sama-sama meninggalkan warisan besar bagi sepak bola negaranya.
Selama 23 tahun membela Portugal, Ronaldo mencatatkan 234 penampilan dengan koleksi 146 gol. Ia juga mempersembahkan tiga gelar internasional, yakni satu Piala Eropa 2016 dan dua UEFA Nations League pada 2019 dan 2025.
Catatan 146 gol tersebut menjadikan Ronaldo sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah sepak bola internasional putra.
Sementara itu, Messi mengakhiri kiprahnya bersama Argentina dengan torehan 126 gol internasional.
Dengan catatan tersebut, Ronaldo tetap menempati posisi teratas dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah sepak bola internasional putra, di atas rival panjangnya, Messi.