Pengamat Hingga Nikita Mirzani Kritik Tindakan Puan Matikan Mikrofon Politisi dalam Rapat

Puan
Nikita Mirzani ikut mengomentaritindakan Puan Maharani. (Ist)

Batamline.com, Batam – Tindakan Ketua DPR, Puan Maharani mematikan mikrofon saat Legislator Partai Demokrat Irwan berbicara menyita perhatian banyak pihak. Video peristiwa itu juga sudah viral di media sosial.

Adapun peristiwa itu terjadi saat Rapat Paripurna DPR pengesahan Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja menjadi Undang-undang (UU), Senin (5/10/2020).

Read More

Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menilai Puan Maharani bersikap kekanak-kanakan.

“Begitulah wajah pimpinan di negeri tercinta ini. Sebagai pimpinan lembaga legislatif sejatinya Puan harus berpikir dan bertindak bijaksana. Tak boleh seperti itu, seperti anak-anak,” ujar Ujang Komarudin, Selasa (6/10/2020).

Baca: Lahirnya UU Omnibus Law Cipta Kerja, Wahli: Puncak Pengkhianatan Negara Pada Rakyat

Ujang berpendapat apa yang dilakukan Puan Maharani itu sungguh sikap yang bertentangan dengan nilai-nilai demokratis.

“Sebagai seorang politisi dan Pimpinan DPR harusnya bersikap sebagai seorang negarawan. Bukan bersikap kekanak-kanakan,” tandas Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini.

Menurut dia, jika mengaku sebagai wakil rakyat yang terhormat dan lembaga Parlemen terhormat seharusnya kejadian Puan Maharani mematikan mikrofon anggota DPR lain seperti itu tak terjadi.

“Mestinya saling menghormati antar sesama anggota DPR. Jika ada interupsi atau protes dari anggota DPR yang lain, ya harus didengarkan dan diterima,” tegasnya.

Lagipula, lanjut dia, hal tersebut ada di tata tertib (Tatib) DPR. “Berpegang teguh saja pada Tatib yang berlaku, bukan kesewenang-wenangan pimpinan, pimpinan di DPR hanya sebagai speaker karena hakikatnya pengambilan keputusan hak kolektif dan kolegial seluruh anggota,” tegasnya.

Kritikan Nikita Mirzani

Pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja menuai protes berbagai kalangan, tak terkecuali para selebritis Tanah Air. Nikita Mirzani menjadi salah satunya yang menyuarakan ketidaksetujuannya. Melalui akun Instagram pribadinya @nikitamirzanimawardi_17, ia lebih condong mengkritik aksi Puan Maharani.

Rupanya akris film Si Juki The Movie ini menyorot tindakan Puan Maharani yang kedapatan mematikan mikrofon saat anggota DPR lainnya tengah menyuarakan pendapatnya. Nikita Mirzani menyatakan tindakan itu kurang terpuji hingga tak adil.

Kenapa Ibu Puan Maharani matiin mikrofonnya? Kurang fair ketika orang sedang menyuarakan suaranya tapi tidak bisa didengar,” tulis Nikita Mirzani dilansir dari akun @nikitamirzanimawardi_17 pada Rabu, 7 September 2020.

Tak hanya menilai aksi Puan Maharani kurang adil, Nikita Mirzani rupanya menanyakan memori perempuan bernama lengkap Puan Maharani Nakshatra Kusyala Devi mengenai pancasila. Nikita Mirzani bahkan menutupnya dengan bercanda ingin mengirim Tante Lala, ibu yang viral karena mengajari anaknya Pancasila, untuk ke DPR.

Negara ini di bangun atas dasar Pancasila. Masih ingat ga Pancasila? Dari 1 sampai ke 5. Jangan sampai aku datangkan Tante Lala ni ke DPR RI,” tutupnya.

Setelahnya, Nikita Mirzani tak lupa untuk membagikan bukti jika Puan Maharani terciduk mematikan mikrofon. Perempuan berusia 34 tahun ini juga mengunggah foto meme DPR RI berupa tempat sampah yang memiliki tagar #MosiTidakPercaya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *