Home » SMPN 28 Batam Dibobol Maling, Aksi Pelaku Terekam CCTV

SMPN 28 Batam Dibobol Maling, Aksi Pelaku Terekam CCTV

by Gara
Sekolah dibobol maling
Batamline.com, Batam – Sekolah SMPN 28 Batam dibobol maling. Akibat peristiwa tersebut sejumlah barang inventaris kantor dibawa kabur oleh pelaku.
Informasinya, kejadian pembobolan sekolah tersebut terjadi pada 7 Juni 2026. Sejumlah barang yang hilang di antaranya 1 unit mesin pompa air.
 
Kejadian itu baru diketahui pihak sekolah setelah mereka melakukan pengecekan rekaman CCTV.
 
Dalam rekaman CCTV tersebut terlihat jelas pelaku membawa mesin pompa air dengan cara digendong dan dibawa kabur keluar sekolah.
 
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Batam Kota Iptu Rahmat Susanto membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, kasus ini belum dilaporkan kepada pihak kepolisian.
 
“Sejauh ini belum ada laporan yang masuk kepada kami. Tapi tetap anggota di lapangan sudah melakukan penyelidikan,” tegas Rahmat.
 
Akibat kejadian itu, kini pihak sekolah merasa waswas. Beruntung saja mereka mempunyai CCTV dan merekam jelas pelaku ketika sedang beraksi.
 
Pantauan Batamline.com dari hasil CCTV terlihat jelas kalau pelaku menggunakan baju hitam dan penutup kepala.
 

Kerugian Sekolah

 

Pihak Sekolah melalui Wakil Kepala Sekolah, Rosidi menyampaikan bahwa pihak sekolah mengetahui kehilangan saat ingin menggunakan spiker tersebut pada Kamis (11/6/2026).

“Kami mengetahui hal tersebut pagi tadi saat ingin menggunakan spiker,” ujar Rosidi.

Rosidi menyampaikan saat diperiksa melalui kamera pengawas, terlihat pelaku masuk ke sekolah di hari Minggu 7 Juni 2026 lalu.

Saat di periksa lebih detail, pelaku bukan hanya mengambil spiker melainkan Pompa air di sekolah ikut lenyap.

“Setelah kami cek cctv, ternyata pelaku beraksi di hari Minggu 7 Juni 2026 lalu dan bukan spiker saja pompa air juga diambil,” tambah Rosidi saat di wawancara.

Rosidi menyampaikan dari kejadian tersebut pihak sekolah mengalami kerugian sekitar Rp10 juta.

Ia menjelaskan bahwa pihak sekolah tengah melakukan laporan ke pihak polisi dan dinas pendidikan terkait kejadian tersebut.

“Kerugian sekitar 10juta dan kami sedang melakukan laporan ke polisi dan dinas pendidikan,” tutup Rosidi. (Bob)

You may also like