Home » Bakamla, Singapura dan Malaysia Sepakat Gelar Latihan Bersama INSIMA di Perairan Perbatasan

Bakamla, Singapura dan Malaysia Sepakat Gelar Latihan Bersama INSIMA di Perairan Perbatasan

by Redaksi

Batamline.com, Batam – Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) bersama institusi penegak hukum laut Singapura dan Malaysia menyepakati pelaksanaan latihan bersama yang melibatkan tiga negara. Latihan tersebut diberi nama INSIMA, akronim dari Indonesia, Singapura, dan Malaysia.

Kesepakatan itu dibahas dalam Pertemuan Tingkat Tinggi atau High-Level Meeting yang digelar di Pangkalan Bakamla Batam, Kepulauan Riau, Selasa (11/8/2026).

Pertemuan trilateral tersebut dihadiri Kepala Bakamla RI Laksamana Madya TNI Dr. Irvansyah, Commander Singapore Police Coast Guard (SPCG) SAC Ang Eng Seng, serta Director General Malaysian Maritime Enforcement Agency (MMEA) Admiral (M) Datuk Haji Mohd. Rosli bin Abdullah.

Kepala Bakamla RI Laksamana Madya TNI Dr. Irvansyah mengatakan, pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi ketiga negara dalam menjaga keamanan, keselamatan, dan penegakan hukum di wilayah perairan yang berbatasan.

“Pertemuan ini merupakan momentum penting untuk memperkuat tindak pengawasan terhadap keamanan, keselamatan, dan penegakan hukum di laut. Kami berkomitmen menindaklanjuti poin-poin yang telah disepakati sebelumnya demi menciptakan suasana kondusif di wilayah perairan yang saling berbatasan,” ujar Irvansyah dalam keterangannya di Batam, Selasa (11/8/2026).

Irvansyah mengatakan, Indonesia, Singapura, dan Malaysia sepakat melaksanakan latihan bersama dengan nama INSIMA.

“Kami sepakat memberi nama latihan ini INSIMA dan berharap dengan latihan ini bisa menjadi contoh untuk negara-negara lain,” ujarnya.

Menurut Irvansyah, kerja sama tersebut diperlukan untuk merespons dinamika keamanan maritim di kawasan yang membutuhkan konsistensi koordinasi antarnegara tetangga.

Director General MMEA Admiral (M) Datuk Haji Mohd. Rosli bin Abdullah menyambut baik penguatan kerja sama trilateral tersebut. Ia menilai hubungan erat ketiga negara penting untuk menjaga stabilitas maritim kawasan.

“Kerja sama yang erat antar-tiga negara ini sangat krusial. Kami sepakat untuk terus meningkatkan koordinasi dan kolaborasi demi menciptakan keamanan serta kenyamanan bagi para pengguna laut di wilayah perbatasan,” kata Datuk Haji Mohd. Rosli.

Sementara itu, Commander SPCG SAC Ang Eng Seng menekankan pentingnya peningkatan kapasitas operasional melalui latihan bersama yang melibatkan personel dari ketiga instansi.

“Melalui dialog tingkat tinggi dan rangkaian latihan bersama ini, kami tidak hanya mempererat hubungan kelembagaan, tetapi juga memastikan kesiapsiagaan personel di lapangan dalam menghadapi ancaman kejahatan lintas negara,” ungkap Ang Eng Seng.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan kapal patroli SPCG White Tip Shark (PH58) dan kapal MMEA KM. Sibuan 2224. Kedua kapal tersebut dijemput dan dikawal kapal Bakamla RI, yakni CAT 508 dan HSC 32-02.

Selama kegiatan, para kru kapal dan pimpinan instansi juga dijadwalkan mengikuti latihan bersama serta menyaksikan demonstrasi latihan Visit, Board, Search, and Seizure (VBSS) yang diselenggarakan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC).

Pertemuan trilateral di Batam tersebut merupakan kelanjutan dari High-Level Meeting Tripartite Coast Guard Cooperation yang sebelumnya digelar di Mabes Bakamla RI, Jakarta, pada 15 Juli 2025.

Selain agenda formal, kegiatan diisi dengan berbagai aktivitas untuk mempererat hubungan antarpersonel Zona Bakamla Barat. Kegiatan tersebut meliputi pertandingan olahraga persahabatan, penanaman pohon, peninjauan fasilitas Pangkalan Bakamla Batam, serta tur saling mengunjungi kapal patroli yang terlibat. (Bob)

You may also like