Home » Penyebab Pria 22 Tahun di Tanjung Piayu Akhiri Hidup Masih Misteri, Ponsel Terkunci

Penyebab Pria 22 Tahun di Tanjung Piayu Akhiri Hidup Masih Misteri, Ponsel Terkunci

by Redaksi
Gantung diri piayu

Batamline.com, Batam – Polisi masih mendalami alasan seorang pria berinisial PA (22) mengakhiri hidup di kamar kosnya di kawasan Pancur, Tanjung Piayu, Batam.

PA ditemukan meninggal dunia oleh warga pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 17.30 WIB. Polisi yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada jasadnya.

Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Agung Tri Poerbowo membenarkan peristiwa tersebut. Pemeriksaan dilakukan Tim Inafis Polresta Barelang bersama personel Polsek Sei Beduk.

“Dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan mendalam tim Inafis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Peristiwa ini murni gantung diri,” ujar Agung saat dikonfirmasi, Rabu (2/9/2026).

Meski penyebab kematian telah dipastikan, polisi belum mengetahui alasan PA melakukan tindakan tersebut. Petugas tidak menemukan surat wasiat maupun obat-obatan di dalam kamar korban.

“Tim kami olah TKP kamar korban. Tidak ditemukan adanya surat wasiat maupun obat-obatan di TKP,” jelas Agung.

Polisi juga memeriksa telepon genggam milik PA. Namun, perangkat tersebut dalam kondisi terkunci sehingga belum memberikan petunjuk mengenai persoalan yang mungkin sedang dihadapinya sebelum meninggal.

“Telepon genggam korban juga dalam kondisi terkunci, sehingga penyebab pasti tindakan korban masih kami dalami,” kata Agung.

Saat ditemukan, pintu kamar tempat PA ditemukan gantung diri disebut dalam keadaan terkunci dari dalam. Kondisi tersebut turut diperiksa petugas saat melakukan olah TKP.

Dari keterangan saksi dan keluarga terdekat, PA diketahui merupakan pekerja lepas dan sehari-hari tinggal bersama adiknya. Sementara ibu korban bekerja di Singapura dan langsung menuju Batam setelah mendapat kabar mengenai peristiwa tersebut.

Polisi juga menggali keterangan mengenai kondisi PA sebelum kejadian. Dari informasi yang diperoleh, PA dikenal tertutup dalam persoalan pribadi dan tidak pernah menyampaikan keluhan kepada orang-orang terdekatnya.

“Korban dikenal tertutup terkait masalah pribadi serta tidak pernah mengeluh atau menceritakan kendala apa pun sebelum kejadian,” ujar Agung.

Pihak keluarga, khususnya sang ibu, telah menerima dan mengikhlaskan peristiwa tersebut. Setelah proses kepolisian selesai, jenazah PA diserahkan kepada keluarga.

Jenazah selanjutnya akan diberangkatkan ke Pekanbaru, Riau, untuk dimakamkan di kampung halamannya. (Bob)

You may also like