Batamline.com, Batam – Dua kelompok pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK) di Batam terlibat tawuran di kawasan Perumahan Permata Hijau, Batuaji pada Rabu (9/9/2026) malam. Bentrokan yang berlangsung sekitar pukul 21.00 WIB itu menyebabkan seorang pelajar mengalami luka di bagian kepala.
Aksi tersebut bukan bentrokan spontan. Kedua kelompok pelajar diduga telah berselisih selama beberapa hari sebelum akhirnya sepakat bertemu di kawasan permukiman warga untuk menyelesaikan konflik dengan cara kekerasan.
Perselisihan itu diduga bermula dari aksi saling ejek di media sosial TikTok setelah pertandingan sepak bola antarsekolah. Konflik kemudian terus memanas hingga kedua kubu membuat janji untuk bertemu pada Rabu malam.
Saat bertemu, kedua kelompok langsung terlibat aksi saling lempar batu. Bentrokan semakin brutal ketika para pelajar mulai saling menyerang menggunakan alat tumpul.
Akibat aksi tersebut, seorang pelajar mengalami luka di bagian kepala. Warga yang melihat bentrokan kemudian melaporkan kejadian itu kepada kepolisian.
Petugas Polsek Batuaji yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi dan membubarkan kedua kelompok. Polisi juga mengamankan kawasan tersebut untuk mencegah terjadinya bentrokan susulan.
Kapolsek Batuaji, AKP Bayu Rizki Subagyo membenarkan adanya aksi pengeroyokan tersebut. Polisi kini tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap pihak-pihak yang terlibat.
“Ada kejadian pengeroyokan yang terjadi. Kita sudah periksa beberapa saksi dan korban bang,” ujar Bayu saat dikonfirmasi.
Bayu mengatakan, penyidik masih mendalami perkara tersebut. Polisi juga belum menetapkan seluruh pihak yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan itu.
“Untuk saat ini kami masih pendalaman perkara ini dan mencari terduga pelaku,” katanya lagi.
Sejumlah saksi dan korban telah diperiksa untuk membantu penyidik mengungkap rangkaian kejadian. Polisi juga mengumpulkan bukti-bukti di lokasi guna mengidentifikasi para pelajar yang diduga terlibat dalam tawuran.
Penyelidikan dilakukan untuk memastikan peran masing-masing pihak, termasuk mengungkap bagaimana perselisihan yang bermula di media sosial tersebut berkembang hingga berujung pada pertemuan dan aksi kekerasan di tengah permukiman warga.
Hingga kini, Polsek Batu Aji masih memburu dan mengidentifikasi terduga pelaku yang terlibat dalam pengeroyokan tersebut. (Bob)