Home » Pasar Induk Jodoh Terbangkalai, Kini BP Batam Lebih Memilih Menata Ulang Jodoh Boulevard

Pasar Induk Jodoh Terbangkalai, Kini BP Batam Lebih Memilih Menata Ulang Jodoh Boulevard

by Gara
0 comments

Batamline.com, Batam – Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menilai pembangunan kembali Pasar Induk Jodoh jauh lebih mendesak dan strategis dibandingkan rencana revitalisasi kawasan eks Jodoh Boulevard yang tengah disiapkan BP Batam.

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepri, Lagat Siadari, menegaskan Pasar Induk Jodoh memiliki dampak ekonomi yang lebih luas dan langsung dirasakan masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Kalau kita bicara kemanfaatan, Pasar Induk Jodoh itu jauh lebih makro. Ini sentral ekonomi masyarakat. Dengan pertumbuhan penduduk Batam yang terus meningkat, kebutuhan akan pasar induk yang layak menjadi sangat mendesak,” ujar Lagat, Selasa (13/1/2026).

Menurutnya, Pasar Induk Jodoh bukan hanya aset fisik, tetapi juga bagian dari sejarah ekonomi Batam. Pasar yang dibangun pada 2004 dengan anggaran sekitar Rp34 miliar tersebut tidak berfungsi optimal akibat persoalan struktur bangunan, hingga akhirnya dibongkar pada 2021.

Lagat mengingatkan BP Batam sebelumnya telah mencanangkan rencana pembangunan kembali Pasar Induk Jodoh pada Juli 2025. Komitmen tersebut, kata dia, seharusnya menjadi prioritas utama dalam perencanaan pembangunan ekonomi daerah.

“Janji pembangunan Pasar Induk itu yang menurut kami harus dipegang dan diprioritaskan,” tegasnya.

Sementara terkait rencana revitalisasi kawasan eks Jodoh Boulevard menjadi kawasan khusus UMKM yang juga sempat ditinjau Wakil Menteri UMKM, Helvi Yuni Moraza, Ombudsman meminta BP Batam lebih berhati-hati dan belajar dari pengalaman masa lalu.

Berdasarkan catatan Ombudsman, kawasan eks Jodoh Boulevard telah beberapa kali menyerap anggaran miliaran rupiah sejak awal 2000-an hingga penataan ulang pada 2017. Namun hingga kini, kawasan tersebut dinilai belum berkembang optimal dan belum memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.

“Secara historis, kawasan Boulevard ini memang sulit berkembang. Sudah ditata ulang beberapa kali, tetapi hasilnya belum maksimal,” jelas Lagat.

Ombudsman pun mendorong BP Batam untuk memfokuskan sumber daya dan perencanaan pada pembangunan ulang atau rebirth Pasar Induk Jodoh dengan konsep yang matang, terukur, dan berorientasi kebutuhan warga.

“Daripada hanya menata ulang Boulevard, lebih baik fokus membangun Pasar Induk. Ini lebih urgen, lebih jelas manfaatnya, dan dampaknya akan dirasakan masyarakat luas,” ujarnya.

Ombudsman berharap BP Batam dapat menunjukkan komitmen pelayanan publik melalui pembangunan infrastruktur ekonomi yang benar-benar menjawab kebutuhan utama masyarakat Batam dan mendukung pertumbuhan UMKM secara berkelanjutan.

Sumber: iNewsBatam

You may also like

Leave a Comment