Batamline.com, Batam — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah di Kota Batam terhenti sementara akibat keterlambatan pencairan dana operasional dari pemerintah pusat. Penghentian distribusi makanan mulai terjadi pada Senin (8/6/2026) setelah sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) belum menerima dana yang masuk ke rekening virtual masing-masing.
Salah satu sekolah yang terdampak adalah SMP Negeri 12 Batam. Sekolah dengan jumlah siswa lebih dari 1.100 orang itu tidak menerima pasokan makanan bergizi pada awal pekan, meski saat itu sekitar 300 siswa kelas VIII masih mengikuti kegiatan belajar karena sebagian siswa lainnya tengah menjalani ujian.
Ketua MBG SMPN 12 Batam, Kumala Sari, mengatakan pihak sekolah menerima informasi penghentian distribusi melalui pesan WhatsApp dari pihak SPPG.
“Informasi yang kami terima bukan programnya dihentikan, tetapi hari ini tidak ada pendistribusian karena ada keterlambatan pencairan dana,” kata Kumala saat ditemui di SMPN 12 Batam, Selasa (9/6/2026).
Menurut dia, sekolah belum memperoleh kepastian mengenai kapan layanan makan bergizi gratis kembali berjalan. “Untuk sampai kapan belum ada informasi,” ujarnya.
Namun, penghentian distribusi tidak terjadi di seluruh sekolah. Program MBG di SMP Negeri 43 Batam, misalnya, masih berjalan normal.
Kepala SMPN 43 Batam, Revi Jelita, mengatakan pihaknya belum menerima surat edaran maupun instruksi penghentian sementara.
“Belum ada imbauan atau arahan untuk dihentikan sementara. Sampai hari ini MBG di SMP 43 masih berjalan seperti biasa,” kata Revi.
Ketua Koordinator SPPG Wilayah Batam, Defri Frenaldi, menjelaskan operasional dapur MBG berada di bawah pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN). Sesuai standar operasional yang berlaku, SPPG tidak diperkenankan memasak apabila dana operasional belum masuk ke rekening virtual, termasuk menggunakan dana talangan dari mitra.