Home » Krisis Sampah Jadi Sorotan, Amsakar: Saya Baru Hari Pertama di Batam

Krisis Sampah Jadi Sorotan, Amsakar: Saya Baru Hari Pertama di Batam

by Redaksi
Sampah batam

Batamline.com, Batam – Walikota Batam, Amsakar Achmad, mengaku baru akan mengecek persoalan sampah yang belakangan dikeluhkan masyarakat setelah kembali dari ibadah haji.

“Nanti saya cek, saya baru hari pertama di Batam,” ujar Amsakar kepada awak media, Rabu (10/6/2026).

Pernyataan tersebut menjadi sorotan lantaran persoalan sampah di Batam bukanlah masalah yang baru muncul. Keluhan mengenai penumpukan sampah telah berulang kali mencuat dan menjadi perhatian publik.

Tidak hanya di ruas jalan protokol, tumpukan sampah juga dilaporkan menggunung di sejumlah kawasan permukiman padat penduduk dan tak kunjung diangkut selama dua hingga tiga pekan.

Kondisi tersebut memicu keresahan warga. Bau busuk dari sampah yang membusuk mulai menyelimuti lingkungan permukiman. Kemunculan lalat hijau dan belatung pun dikhawatirkan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, seperti diare dan demam berdarah.

Sebelumnya, tumpukan sampah di pinggir Jalan Yos Sudarso sempat menjadi sorotan masyarakat. Namun, permasalahan serupa di kawasan permukiman dinilai lebih mengkhawatirkan karena berdampak langsung terhadap kenyamanan dan kesehatan warga.

Salah seorang warga Bengkong, Soge, mengaku tumpukan sampah di depan rumahnya telah mengganggu aktivitas sehari-hari akibat bau menyengat yang ditimbulkan.

“Risih, karena sampah sudah lama ditumpuk jadi muncul bau tidak sedap,” ujarnya.

Menurut dia, sampah di lingkungan tempat tinggalnya sudah tidak diangkut selama sekitar dua hingga tiga minggu.

“Sampah menumpuk dan tidak diangkut selama dua sampai tiga minggu,” katanya.

Akibat keterlambatan pengangkutan, sejumlah tong sampah warga bahkan tidak lagi mampu menampung volume sampah yang terus bertambah setiap hari. Sebagian warga terpaksa menutup pintu dan jendela rumah untuk mengurangi bau busuk yang mengendap di lingkungan mereka.

Di tengah keluhan yang terus bermunculan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, Dohar, sebelumnya menyatakan pihaknya tengah merencanakan pembangunan tempat penampungan sementara (TPS) di setiap wilayah sebagai salah satu upaya mengatasi persoalan sampah.

“Kami sudah merencanakan, akan ada TPS di setiap wilayah. Masih dalam progres,” ujar Dohar saat dikonfirmasi pada 23 Mei 2026 lalu.

Namun, hingga pertengahan Juni 2026, kondisi di lapangan belum menunjukkan perubahan signifikan. Tumpukan sampah masih terlihat di sejumlah titik, sementara warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar persoalan tersebut tidak semakin mengancam kesehatan dan kualitas lingkungan di Kota Batam. (Bob)

You may also like