Batamline.com, Batam – Tumpukan sampah yang menggunung di Jalan Yos Sudarso, Kota Batam, kembali menjadi sorotan. Meski rencana penanganan telah disampaikan sejak Mei 2026, kondisi di lapangan hingga Jumat (10/7/2026) menunjukkan sampah masih memenuhi bak milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam dan meluber hingga mengganggu kenyamanan pengguna jalan.
Pantauan Batamline.com di lokasi memperlihatkan bak sampah yang berada di tepi jalan protokol itu dipenuhi limbah rumah tangga. Aroma menyengat tercium dari kejauhan, sementara pemandangan tersebut dinilai mencoreng wajah Kota Batam sebagai kota industri dan tujuan investasi.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala DLH Kota Batam Dohar Hasibuan mengatakan pihaknya masih melakukan pembenahan sistem pengelolaan sampah.
“Lagi pembenahan,” kata Dohar saat dikonfirmasi, Jumat.
Sebelumnya, Dohar menjelaskan tumpukan sampah di depan PT Venturindo Jaya Batam (VJB) berasal dari aktivitas pembuangan sampah warga Kecamatan Bengkong. DLH, kata dia, akan segera membersihkan lokasi tersebut sekaligus memindahkan titik pembuangan ke tempat yang lebih sesuai.
“Sampah yang menumpuk di lokasi tersebut dalam waktu dekat akan segera kami bersihkan. Kami juga akan memindahkan titik pembuangannya ke lokasi baru sesuai dengan permintaan dan kenyamanan masyarakat setempat,” ujarnya.
Sebagai solusi jangka panjang, DLH tengah menyiapkan pembangunan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di setiap kawasan permukiman. Program tersebut masih dalam tahap kajian dan mulai dibangun di sejumlah lokasi.
Menurut Dohar, keberadaan TPS di setiap wilayah diharapkan mampu mengurangi munculnya titik-titik pembuangan liar sekaligus mempermudah proses pengangkutan sampah.
“Kami sedang melakukan kajian sekaligus pembangunan TPS di beberapa kawasan perumahan. Setiap pemukiman nantinya memiliki TPS dengan kapasitas yang disesuaikan dengan volume sampah yang dihasilkan,” jelasnya.
Ia menambahkan lokasi TPS akan dipilih agar tidak berada terlalu dekat dengan permukiman warga. DLH juga berkomitmen memastikan pengangkutan dilakukan secara rutin sehingga sampah tidak kembali menumpuk.
Dohar mengakui peningkatan jumlah penduduk Batam menjadi salah satu tantangan dalam pengelolaan sampah. Bertambahnya populasi menyebabkan volume sampah harian meningkat sehingga berdampak pada proses pengangkutan.
“Batam adalah kota dengan pertumbuhan yang sangat signifikan. Seiring meningkatnya jumlah penduduk, volume sampah otomatis ikut melonjak. Kami mengakui ada kendala dalam pengangkutan, namun saat ini sedang merumuskan solusi yang lebih efektif,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat ikut menjaga kebersihan lingkungan dan mendukung program pembangunan TPS yang sedang disiapkan pemerintah.
“Kami berharap masyarakat ikut berpartisipasi menjaga kebersihan lingkungan serta mendukung pembangunan TPS di setiap kawasan permukiman demi kenyamanan bersama,” tuturnya.
Namun, rencana pembangunan TPS tersebut bukanlah hal baru. Pada 26 Mei 2026 lalu, DLH juga telah menyampaikan rencana serupa setelah tumpukan sampah di lokasi yang sama menuai keluhan masyarakat.
Saat itu, Dohar menyatakan pemerintah akan mencari lokasi baru sebagai pengganti titik pembuangan di Jalan Yos Sudarso.
“Kami sudah merencanakan akan ada TPS di setiap wilayah. Masih dalam progres. Akan kami carikan tempat baru,” ujarnya saat dikonfirmasi pada 26 Mei 2026.
Hingga kini, masyarakat masih menantikan realisasi janji tersebut. Warga berharap penanganan sampah tidak berhenti pada tahap perencanaan, tetapi segera diwujudkan melalui langkah konkret agar kawasan Jalan Yos Sudarso kembali bersih dan wajah Kota Batam tetap terjaga.