Batamline.com, Batam – Penggerebekan sejumlah tempat hiburan malam (THM) di Batam oleh Bareskrim Polri dinilai tidak perlu dikaitkan dengan kekhawatiran investor untuk menanamkan modal di Kota Batam.
Walikota Batam, Amsakar Achmad mengatakan, persoalan pengungkapan kasus narkoba dan investasi merupakan dua hal yang berbeda. Menurutnya, penindakan terhadap kasus narkoba merupakan bagian dari proses penegakan hukum.
“Ya saya kira ini dua hal yang berbeda. Barang bukti yang berkait dengan narkoba dengan investor, ini cerita yang saya pikir berbeda,” kata Amsakar di Batam.
Ia menjelaskan, barang bukti narkoba yang telah diamankan aparat merupakan bagian dari proses hukum dan nantinya akan dimusnahkan sesuai prosedur oleh pihak yang berwenang.
“Kalau barang bukti itu pasti pada ujungnya akan dilakukan pemusnahan oleh aparat yang memang kompeten untuk melakukan itu,” ujarnya.
Menurut Amsakar, hal yang lebih penting bagi Batam sebagai daerah tujuan investasi adalah bagaimana menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah.
Ia menyebut daerah pusat investasi seperti Batam dan Kepulauan Riau memiliki kerentanan terhadap berbagai bentuk kriminalitas. Kondisi tersebut, kata dia, justru dapat berpengaruh terhadap minat investor.
“Kalau investasi jauh sekali kaitannya dengan ini. Yang tadi ditekankan oleh Pak Gubernur, bahwa daerah investasi seperti di Batam dan Kepri ini rentan dengan tingkat kriminalitas,” katanya.
Karena itu, Amsakar menilai pemberantasan kriminalitas, termasuk pengungkapan kasus narkoba dan penindakan terhadap aktivitas ilegal di THM, merupakan bagian penting dalam menjaga keamanan Batam.
“Artinya kalau ada kriminalitas itu berpengaruh dengan minat mereka. Dan oleh sebab itu diperlukan kolaborasi dari semua stakeholder,” ujarnya.
Ia menilai penggerebekan sejumlah THM oleh Bareskrim Polri merupakan bagian dari upaya penegakan hukum sekaligus ikhtiar bersama untuk menciptakan keamanan di Batam.
“Apa yang terjadi hari ini adalah ikhtiar kolaboratif itu,” kata Amsakar.
Menurutnya, pemberantasan tindak kriminal tidak seharusnya dipandang sebagai sesuatu yang mengganggu investasi. Sebaliknya, kondisi Batam yang aman dan kondusif menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor.
Amsakar berharap sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat agar berbagai tindak kriminal di Batam dapat ditekan.
“Nah, mudah-mudahan ini bisa meminimalisir kejadian-kejadian seperti ini ke depan, dapat kita minimalisir,” katanya. (pye)