Wakil Kepala Polresta Barelang, AKBP Fadli Agus, menambahkan bahwa fenomena ini menjadi alarm bagi para orang tua dan pendidik. “Anak muda kita saat ini akrab dengan vape. Mereka bisa saja tidak sadar membeli cairan yang sudah dicampur narkotika. Karena bentuknya sama persis dengan liquid biasa,” jelasnya.
Kandungan Berbahaya: Ketamin hingga Etomidat
Hasil uji laboratorium terhadap ratusan sampel liquid vape yang disita mengungkap fakta mencengangkan. Cairan tersebut tidak hanya mengandung satu jenis zat adiktif, melainkan beragam varian narkotika.
“Ada yang mengandung ketamin, ada juga yang mengandung etomidat. Varian rasa tertentu memang sengaja dicampur dengan zat adiktif untuk menarik pengguna,” papar Kompol Arsyad.
Ketamin dikenal sebagai obat bius yang dapat menyebabkan halusinasi, sementara etomidat adalah anestetik yang berisiko tinggi jika disalahgunakan. Kombinasi kedua zat ini dalam liquid vape dapat memicu gangguan kesadaran, henti napas, hingga kematian.
Asal Muasal: Kiriman dari Malaysia
Polresta Barelang memastikan bahwa seluruh barang bukti liquid vape dan sabu yang diamankan berasal dari Malaysia. Pemasukan dilakukan melalui dua jalur: pelabuhan resmi dan pelabuhan tidak resmi.
“Upaya pencegahan di pelabuhan resmi sudah cukup baik berkat kerja sama dengan Bea Cukai. Namun, jalur ilegal masih menjadi celah yang dimanfaatkan bandar,” kata AKBP Fadli.
Bandar besar yang mengendalikan jaringan ini diketahui berada di Malaysia. Dari 13 tersangka yang ditangkap, tidak ada satu pun yang berstatus bandar. “Mayoritas mereka adalah kurir semua. Bandar besarnya ada di sana (Malaysia),” tegasnya.
Polisi: Tren Narkotika Bergeser, Pengguna Kini Beralih dari Sabu ke Liquid Vape Berbahaya
402