Kasus Dugaan Intimidasi di Playgrup Juwita, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

by Redaksi
Intimidasi di sekolah Playgroup Djuwita Batam

Menurut pihak sekolah, suasana berubah menjadi tegang ketika terjadi adu argumen yang disertai nada tinggi terhadap guru.

“Saat guru memberikan penjelasan, pembicaraan kerap dipotong. Situasi memanas ketika beberapa orang tak dikenal masuk ke ruang kantor sambil membawa kamera,” kata Lidia.

Ia juga menyebut adanya dugaan intimidasi verbal terhadap tenaga pendidik serta tindakan yang membuat guru merasa tertekan. Bahkan, salah satu guru disebut mengalami perlakuan yang tidak pantas.

“Salah satu guru dipaksa makan dengan cara dipegang bagian rahangnya,” ungkapnya.

Pasca kejadian, dua dari tiga guru dilaporkan mengalami trauma dan belum kembali beraktivitas normal.

Pihak sekolah juga menegaskan telah melaporkan peristiwa tersebut ke kepolisian serta melakukan pemeriksaan internal. Dari hasil pengecekan internal, sekolah membantah adanya kekerasan terhadap anak.

“Tidak ada anak yang mengalami lebam. Kondisinya baik,” tegas Lidia.

Bantahan Pihak Wali Murid

Sementara itu, wali murid berinisial S membantah adanya unsur intimidasi dalam peristiwa tersebut. Ia menyebut kedatangannya dipicu kekhawatiran terhadap kondisi anaknya yang masih berusia 2,5 tahun.

“Saya tidak membawa preman. Mereka adalah karyawan yang kebetulan sedang bersama saya dalam agenda kerja,” ujarnya.

Ia juga mengaku anaknya mengalami perubahan perilaku setelah pulang sekolah.

“Anak saya jadi takut dan menolak masuk sekolah. Bahkan berteriak ‘mami help’ berulang kali,” katanya.

You may also like