Batamline.com, Batam – Pelibatan ribuan pelajar dalam pawai dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Batam menuai sorotan. Ketua Komisi Keadilan, Perdamaian, dan Pastoral Migran Perantau (KKPPMP), Chrisanctus Paschalis Saturnus, menilai anak-anak tidak seharusnya dilibatkan dalam kegiatan yang berpotensi menyeret mereka ke ranah politik.
Pernyataan itu disampaikan Romo Paschal menanggapi pawai yang diikuti ribuan guru, siswa, dan orang tua murid di kawasan Batam Centre pada Minggu (21/6/2026). Aksi tersebut digelar sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis yang saat ini menjadi perbincangan nasional.
“Anak-anak dilibatkan dalam persoalan orang dewasa dan mungkin ke ranah yang lebih politis itu sangat memprihatinkan,” kata Romo Paschal saat ditemui di lobi DPRD Batam, Selasa (23/6/2026).
Menurutnya, institusi pendidikan seharusnya memahami batasan dalam melibatkan peserta didik pada kegiatan yang berpotensi mengandung pesan atau kepentingan politik.
Ia menilai dukungan terhadap suatu program pemerintah merupakan hak setiap warga negara. Namun, pelibatan anak-anak dalam kegiatan semacam itu perlu mendapat perhatian khusus karena menyangkut perlindungan hak anak.
“Gerakan yang dibungkus dengan pawai itu bisa dibaca sebagai dukungan terhadap pihak tertentu dan dapat ditarik ke berbagai kepentingan politik. Untuk seorang anak, itu tidak boleh,” ujarnya.
Romo Paschal juga mengingatkan bahwa anak-anak memiliki hak untuk dilindungi dari keterlibatan dalam aktivitas yang belum tentu mereka pahami sepenuhnya.
Menurut dia, jika pelibatan tersebut mengarah pada kepentingan di luar dunia pendidikan, maka hal itu berpotensi bertentangan dengan prinsip perlindungan anak dan hak asasi manusia.
Ia berharap peristiwa serupa tidak terulang di masa mendatang dan meminta pemerintah memberikan penjelasan kepada publik terkait pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Saya berharap ini tidak terulang lagi. Pemerintah perlu menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi sehingga menjadi perhatian publik secara luas,” katanya.
Romo Paschal juga meminta Pemerintah Kota Batam, termasuk Wali Kota Batam, memberikan klarifikasi agar polemik yang berkembang di masyarakat tidak semakin meluas.
“Pemerintah harus menjelaskan mengapa hal itu bisa terjadi dan memberikan klarifikasi kepada masyarakat. Jangan sampai Batam menjadi sorotan nasional terkait isu perlindungan anak,” ujarnya.
Pawai Dukung MBG
Sebelumnya, ribuan guru, siswa, dan orang tua murid dari berbagai sekolah di Kota Batam menggelar pawai damai untuk menyuarakan dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis.
Peserta mulai berkumpul di depan Kantor Pemerintah Kota Batam sejak pagi hari sebelum melakukan arak-arakan menuju kawasan Mega Mall Batam Centre dan kembali ke titik awal.
Pawai tersebut diikuti pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP), didampingi guru dan orang tua. Sejumlah peserta terlihat membawa poster dan spanduk yang berisi dukungan terhadap keberlanjutan program MBG.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri menjadi salah satu kebijakan yang tengah menjadi perhatian publik secara nasional. Di tengah beragam pandangan yang muncul, masyarakat kini menantikan kejelasan kebijakan pemerintah terkait pelaksanaan program tersebut agar tidak memunculkan polemik berkepanjangan. (Bob)