Home » Dua Anak Pengusaha Batam Terlibat Keributan di Grand Mall, Kasus Berujung Laporan Polisi

Dua Anak Pengusaha Batam Terlibat Keributan di Grand Mall, Kasus Berujung Laporan Polisi

by Redaksi
Keributan grand mall batam

Batamline.com, Batam – Keributan yang melibatkan dua pria di Grand Batam Mall kini bergulir ke ranah hukum. Salah satu pihak, Dody, melaporkan dugaan penganiayaan ke Polsek Lubuk Baja setelah insiden yang videonya viral di media sosial.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (16/7/2026). Berdasarkan rekaman video yang beredar, dua pria terlihat terlibat adu mulut hingga kontak fisik di area publik. Petugas keamanan mal tampak berupaya melerai keduanya untuk mencegah keributan semakin meluas.

Informasi yang beredar menyebut kedua pria tersebut merupakan anak dari pengusaha di Kota Batam. Selain itu, keributan diduga dipicu persoalan pribadi yang berkaitan dengan seorang wanita. Namun, motif tersebut masih sebatas dugaan dan belum dipastikan oleh pihak kepolisian.

Dody mengaku menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Ia mengatakan sempat mengupayakan penyelesaian secara kekeluargaan sebelum akhirnya memilih menempuh jalur hukum karena tidak tercapai kesepakatan.

“Saya sudah diviralkan. Saya hanya minta nama saya dibersihkan. Saya juga meminta ada permintaan maaf yang disampaikan melalui media sosial, tetapi tidak disetujui,” ujarnya.

Menurut Dody, insiden itu terjadi ketika dirinya sedang berada di dalam mal dan menerima telepon. Ia mengklaim didatangi oleh sekelompok orang sebelum terjadi keributan.

“Saya sedang berdiri sambil menelepon. Tiba-tiba mereka datang beramai-ramai. Saat saya bergerak, saya langsung didorong. Kejadiannya di tempat umum,” katanya.

Ia juga menyebut pernah mengalami persoalan serupa dengan pihak yang sama. Meski sebelumnya memilih menyelesaikannya secara damai, kali ini ia memutuskan membawa perkara tersebut ke jalur hukum.

“Laporan polisi sudah saya buat. Saya juga sudah visum. Selanjutnya kami serahkan kepada proses hukum,” katanya.

Selain melaporkan dugaan penganiayaan, Dody membantah berbagai tudingan yang beredar di media sosial yang menyebut dirinya sebagai penyebab keretakan rumah tangga pihak lain.

“Saya membantah tuduhan tersebut. Persoalan yang berkaitan dengan putusan pengadilan sudah selesai dan tidak ada lagi hubungan hukum. Selebihnya saya serahkan kepada proses yang berlaku,” ujarnya.

Kapolsek Lubuk Baja, Kompol Deny Langie, membenarkan pihaknya telah menerima laporan terkait keributan tersebut. Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan sehingga belum dapat menyampaikan kronologi secara lengkap.

“Masalah ini masih dalam proses pemeriksaan. Dugaan sementara berawal dari kesalahpahaman yang kemudian memicu cekcok dan keributan. Untuk kronologi lengkapnya belum dapat kami sampaikan karena masih didalami,” kata Kompol Deny Langie. (Bob)

You may also like