Batamline.com, Jakarta – Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Jakarta Timur menhadirkan pegawai Putra Siregar dalam sidang yang digelar pada Selasa (19/8/2020) kemarin.
Berita terkait: Sidang ke 2 Putra Siregar, Jaksa Siapkan Saksi Untuk Kuatkan Dakwaan
Dalam persidangan di Pengadilan Jakarta Timur tersebut terkuak fakta baru terkait bisnis PS Store itu. Pegawai PS Store yang dihadirkan JPU sebagai saksi membeberkan omzet Putra Siregar.
Sebanyak tiga orang saksi dihadirkan dalam sidang lanjutan itu. mereka merupakan pegawai yang mengaku pernah bekerja sebagai customer service di cabang-cabang toko PS Store.
Mereka yakni Revina CS di PS Store Batam, Lahata dan Leris CS di PS Store Condet.
Sidang yang dihadiri oleh 3 majelis hakim diawali dengan melontarkan pertanyaan kepada mereka bertiga.
Saat ditanyai alasan yang membuat atasannya duduk di meja hijau, mereka serentak menjawab tak tahu.
Berita terkait: Unggahan Video Pengakuan Putra Siregar Dijebak dan Kini Membantah, Bea Cukai Tak Ambil Pusing
“Enggak tahu yang mulia, yang saya tahu hanya masalah pabean, tapi pabean artinya apa, saya enggak tahu,” ucap Lahata kepada majelis hakim.
Omzet Capai Rp200 Juta per Hari
Lahata, yang bekerja mengelola keuangan PS Store cabang Condet, Depok dan Tangerang sejak tahun 2018 mengatakan, keuntungan PS Store sehari bisa mencapai angka Rp 200 juta.
“Jadi uang hasil keuntungan dari cabang Depok dan Tangerang dikirim ke Condet. Dalam sehari untungnya kurang lebih Rp 200 juta,” kata Lahata, saat di persidangan PN Jakarta Timur, Selasa (18/8/2020).