Saat ini, kata dia, program tersebut memasuki tahap verifikasi dan penguatan kemitraan pelaksanaan. Sementara untuk wilayah terdampak bencana, progres pembangunan disebut telah mencapai 60 persen.
“Target kami, pada tahun ajaran baru 2026–2027, siswa sudah bisa menempati gedung yang baru dan asri,” tegasnya.
Tak hanya revitalisasi sekolah, pemerintah juga mengajukan Anggaran Biaya Tambahan (ABT) untuk memperluas sejumlah program pendidikan nasional.
Program tersebut meliputi perluasan jangkauan bantuan ke 60 ribu satuan pendidikan, pengadaan tiga unit Interactive Flat Panel di setiap sekolah, pembangunan studio edukasi di Jakarta, serta pendistribusian buku pelajaran untuk siswa kelas 1 dan 2 SD.
Kepala Dinas Pendidikan Kepulauan Riau, Andi Agung, menyambut baik langkah pemerintah pusat tersebut. Ia menilai program itu menjadi momentum penting dalam memperkuat kualitas pendidikan di Kepulauan Riau, mulai dari tingkat SD hingga SMK.
“Ini adalah bentuk penguatan agar bantuan pusat tepat sasaran ke provinsi demi perbaikan kualitas pendidikan setiap tahunnya,” kata Andi.