Home » Tiga Hari Dicari, Balita yang Hanyut di Parit Tanjung Sengkuang Ditemukan Meninggal Dunia

Tiga Hari Dicari, Balita yang Hanyut di Parit Tanjung Sengkuang Ditemukan Meninggal Dunia

by Redaksi
Balita ditemukan meninggal

Batamline.com, Batam – Tim gabungan SAR gabungan akhirnya menemukan Azzahra Ruknuddin Baibas (3,5), balita yang dilaporkan hanyut terbawa arus parit saat hujan deras di kawasan Tanjungsengkuang, Kecamatan Batuampar, Kota Batam. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (24/6/2026) pagi setelah tiga hari pencarian.

Korban merupakan warga RT 003/RW 012, Kelurahan Tanjungsengkuang. Proses pencarian melibatkan tim gabungan dari TNI AL, Basarnas, Bakamla, Polairud, kepolisian, serta warga setempat.

Kapolsek Batuampar, Kompol Amru Abdullah, membenarkan bahwa korban berhasil ditemukan pada hari ketiga operasi pencarian.

“Korban sudah ditemukan tadi pagi. Setelah ditemukan, jenazah langsung dievakuasi oleh tim SAR dan diantar ke rumah duka,” ujar Amru saat dikonfirmasi, Rabu.

Menurutnya, pihak keluarga kemudian langsung memakamkan korban setelah jenazah tiba di rumah duka.

Amru menjelaskan, korban ditemukan di kawasan Ujung Tanjung dekat Pelabuhan Pak Fendy, Tanjungsengkuang, yang berjarak cukup jauh dari lokasi awal korban dilaporkan hanyut.

“Titik penemuan korban berada di Ujung Tanjung dekat Pelabuhan Pak Fendy Tanjung Sengkuang,” katanya.

Sebelumnya, korban dilaporkan hanyut pada Senin (22/6/2026) pagi saat bermain di sekitar parit yang berada tidak jauh dari rumahnya. Saat itu wilayah Tanjungsengkuang diguyur hujan deras yang menyebabkan debit dan arus air di parit meningkat.

Ketua RW 012 Tanjungsengkuang, Madih, mengatakan korban diduga terbawa arus saat bermain air ketika hujan turun.

“Anak itu bermain air saat hujan di parit, kemudian terbawa arus air yang deras,” ujar Madih.

Setelah menerima laporan, warga bersama aparat dan tim penyelamat langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian. Namun korban baru berhasil ditemukan pada hari ketiga operasi pencarian.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat cuaca ekstrem. Kepolisian bersama perangkat lingkungan setempat mengimbau orang tua agar memperketat pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat hujan deras dan di sekitar saluran air maupun parit yang berpotensi membahayakan keselamatan. (Bob)

You may also like