Batamline.com, Batam – Walikota Batam, Amsakar Achmad, akhirnya angkat bicara terkait polemik pawai dukungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang melibatkan ribuan guru, siswa, dan orang tua murid di Batam pada Minggu (21/6/2026).
Menanggapi kritik yang muncul setelah kegiatan tersebut, Amsakar mengaku tidak menerima informasi secara rinci mengenai dugaan pengerahan peserta didik dalam aksi tersebut. Namun, ia mengaku sempat menerima laporan melalui Sekretaris Daerah (Sekda) terkait adanya rapat yang melibatkan para guru sebelum kegiatan berlangsung.
“Soal demo itu coba dibicarakan saja sama Pak Kadis. Saya tidak dapat informasi mengenai hal itu, tapi dari Pak Sekda ada laporan beberapa hari atau satu hari sebelumnya, ada rapat dengan para guru,” kata Amsakar saat ditemui wartawan.
Menurut Amsakar, perbedaan pandangan terhadap suatu kebijakan merupakan hal yang wajar terjadi di tengah masyarakat.
“Saya ingin katakan bahwa soal ini kan biasa saja kalau ada perbedaan. Ada yang setuju, ada yang tidak setuju. Karena polarisasi ini memang selalu ada di media sosial kita,” ujarnya.
Ia menilai perbedaan pendapat tersebut tidak perlu dibesar-besarkan menjadi persoalan yang berkepanjangan.
“Menurut saya itu tidak perlu juga sedemikian menjadi problem. Ada yang setuju, ada yang tidak setuju itu biasa. Seluruh kebijakan ini ada yang setuju dan ada yang tidak setuju,” lanjutnya.
Sementara itu, saat ditanya mengenai dugaan eksploitasi anak dalam kegiatan pawai yang melibatkan siswa sekolah, Amsakar menolak memberikan penilaian lebih jauh.
Menurutnya, istilah eksploitasi memiliki konotasi negatif dan harus dibuktikan terlebih dahulu sebelum disimpulkan terjadi dalam kegiatan tersebut.
“Eksploitasi itu konotasinya kan selalu negatif. Kita sampai pada kesimpulan eksploitasi itu seperti apa,” katanya.
Usai memberikan jawaban tersebut, Amsakar memilih mengakhiri pembahasan mengenai polemik pawai MBG.
“Sudah, tema yang lain saja,” pungkasnya.
Polemik pawai dukungan MBG sebelumnya mencuat setelah muncul dugaan bahwa pihak sekolah menginstruksikan setiap kelas untuk mengirimkan sejumlah perwakilan siswa dan orang tua mengikuti kegiatan yang dipusatkan di depan Kantor Wali Kota Batam.
Selain itu, sejumlah guru dan wali murid mengaku adanya arahan dari sekolah terkait partisipasi dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan yang diikuti ribuan guru, siswa, dan orang tua itu sebelumnya disebut sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis yang dinilai bermanfaat bagi peserta didik.
Namun, aksi tersebut juga menuai kritik dari sejumlah tokoh masyarakat. Mereka menilai pelibatan anak-anak dalam kegiatan yang bernuansa penyampaian aspirasi publik perlu dievaluasi, mengingat peserta didik belum tentu memahami substansi isu yang diperjuangkan dalam kegiatan tersebut. (Bob)